Kegiatan Workshop Menuju Kurikulum Berdampak Fakultas Pertanian
Universitas Pat Petulai kembali menunjukkan komitmennya dalam menyambut transformasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Workshop Menuju Kurikulum Berdampak. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidang kurikulum dan pengembangan pendidikan tinggi.

Hari Pertama – Pembukaan dan Materi Pengantar
Workshop dibuka secara resmi pada hari pertama oleh Dr. Noermanzah, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya transisi menuju kurikulum berdampak dalam merespons tantangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Dalam sambutannya, Dr. Noermanzah menekankan bahwa kurikulum yang berdampak tidak hanya menekankan pada aspek akademik, namun juga mencakup penguatan karakter, soft skill, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Beliau juga menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum harus disesuaikan dengan profil lulusan yang diharapkan, serta mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, dinamika masyarakat, dan perkembangan teknologi informasi ke dalam struktur mata kuliah. Pada sesi ini, peserta diajak untuk melakukan refleksi terhadap kurikulum lama serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan demi mencapai hasil belajar yang lebih nyata dan terukur.

Hari Kedua – Pemantapan Strategi dan Kolaborasi Multidisipliner
Memasuki hari kedua, workshop diisi oleh tiga narasumber utama sekaligus, yaitu:

Dr. Ir. Rustikawati, M.Sc.

Dr. Edi Elrita, SP., MP.

Prof. Dr. Ir. Alnopri, M.S.
Ketiganya memberikan perspektif yang saling melengkapi terkait strategi implementasi kurikulum berdampak di lingkungan perguruan tinggi. Dr. Rustikawati menyoroti pentingnya desain kurikulum yang adaptif, khususnya dalam menghadapi revolusi industri dan kebutuhan pembelajaran berbasis digital. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan hubungan antara dunia kampus dan dunia usaha/dunia industri (DUDI).
Sementara itu, Dr. Edi Elrita membahas pendekatan holistik dalam perencanaan kurikulum, dengan menekankan keterlibatan aktif dosen dalam menyusun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan integrasi metode pembelajaran yang inovatif, seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL).
Prof. Dr. Ir. Alnopri, M.S. melengkapi sesi hari kedua dengan membahas pengukuran dampak kurikulum terhadap mahasiswa dan masyarakat, serta bagaimana membangun indikator-indikator keberhasilan kurikulum berbasis output dan outcome. Beliau juga mendorong pentingnya pelatihan berkala dan evaluasi menyeluruh bagi dosen agar kurikulum tetap relevan dan berkelanjutan.
Kegiatan workshop ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta yang terdiri dari dosen, pimpinan program studi, dan pengelola kurikulum kampus diajak berdiskusi aktif dan menyusun rencana tindak lanjut secara kolaboratif. Universitas Pat Petulai berharap melalui workshop ini, seluruh unit akademik dapat menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berdampak yang relevan, terukur, dan memberi kontribusi nyata terhadap kualitas lulusan.









