BRIN dan Ibu Dewi Coryati Gelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Terkhusus Pengembangan Produk Unggulan Kopi di Rejang Lebong
Dalam rangka mendorong pemanfaatan hasil riset secara langsung kepada masyarakat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Anggota DPR RI Komisi X, Ibu Hj. Dewi Coryati, M.Si, mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan pengembangan produk unggulan daerah berbasis teknologi tepat guna, dengan komoditas kopi sebagai fokus utama.
.jpg)
Pelatihan ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel Golden Rich, Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini mengangkat tema:
“Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berbasis Teknologi Tepat Guna (Khususnya Komoditas Kopi)”
yang dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda tentang bagaimana mengelola potensi kopi secara lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar.
.jpg)
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan yang telah diundang secara khusus oleh penyelenggara, antara lain:
-
Mahasiswa dan Dosen Universitas Pat Petulai
-
Mahasiswa dan Dosen Politeknik Raflesia
-
Mahasiswa dan Dosen Akademi Komunitas Rejang Lebong
-
Guru Biologi dan Tata Boga dari SMA/SMK di Kabupaten Rejang Lebong
-
Perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong
-
Petani lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Rejang Lebong
.jpg)
Dengan keterlibatan berbagai unsur ini, pelatihan menjadi wadah lintas sektor untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan teknologi tepat guna. Narasumber dari BRIN dan para praktisi teknologi menyampaikan materi terkait inovasi pasca panen, pengolahan kopi, pengemasan, serta potensi diversifikasi produk kopi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.
Melalui kegiatan ini, BRIN dan Ibu Dewi Coryati menegaskan pentingnya sinergi antara peneliti, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat tani. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas teknis peserta, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan komoditas kopi sebagai produk unggulan daerah yang inovatif, berkelanjutan, dan mendukung ekonomi lokal.








